Baru kali ini saya menulis tentang hidup sehat, walaupun saya selalu membaca artikel tentang kesehatan, tapi kalau utk menulis sendiri tentang kesehatan itu jarang banget, maklum bukan praktisi kesehatan hanya pembaca artikel kesehatan saja.
Sebenarnya kalau kita mau hidup sehat itu gampang banget, asal kita memiliki niat utk sehat terus dibarengi jg dgn tindakan2 nyatanya.
Konsep kesehatan terkini itu amat kompleks, komprehensif & holistik. Meliputi sehat jasmani, rohani (spiritual), seksual, ekonomi, budaya, sosial, politis, pendidikan, moral, etis, filosofis.
Kesehatan dpt diperoleh dgn 3O, olah raga, olah rasa & olah jiwa
Kesehatan jg dpt diperoleh dari 3P, yaitu :
*Pikiran
mindset, persepsi dan paradigma
*Perut
apa yg kita konsumsi
*Perasaan
kebeningan, keheningan & kebersihan hati, lebih kpd spiritual
200314 13.38
Rabu, 19 Maret 2014
Senin, 10 Maret 2014
Look Back
It’s okay to look back once and a while, but never live your life in the past.
You can stroll down memory lane for a short time, but after a while you have to
leave it behind and move on.
I wish you could let go of the pain from your past and feel free from all
worries like a child again. I wish you could see how truly amazing you are and
how much you are loved... I wish you could see that you are the only one that
can let it all go
Selasa, 18 Februari 2014
Let Her Go
"Let Her Go" By Passenger
Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you’re missin' home
Only know you love her when you let her go
And you let her go
Staring at the bottom of your glass
Hoping one day you'll make a dream last
But dreams come slow and they go so fast
You see her when you close your eyes
Maybe one day you'll understand why
Everything you touch surely dies
But you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go
Staring at the ceiling in the dark
Same old empty feeling in your heart
'Cause love comes slow and it goes so fast
Well you see her when you fall asleep
But never to touch and never to keep
'Cause you loved her too much
And you dived too deep
Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go
And you let her go (oh, oh, ooh, oh no)
And you let her go (oh, oh, ooh, oh no)
Will you let her go?
'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go
'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go
And you let her go
Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you’re missin' home
Only know you love her when you let her go
And you let her go
Staring at the bottom of your glass
Hoping one day you'll make a dream last
But dreams come slow and they go so fast
You see her when you close your eyes
Maybe one day you'll understand why
Everything you touch surely dies
But you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go
Staring at the ceiling in the dark
Same old empty feeling in your heart
'Cause love comes slow and it goes so fast
Well you see her when you fall asleep
But never to touch and never to keep
'Cause you loved her too much
And you dived too deep
Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go
And you let her go (oh, oh, ooh, oh no)
And you let her go (oh, oh, ooh, oh no)
Will you let her go?
'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go
'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go
Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go
And you let her go
Mantan Terindah
By Raisa
Mengapa engkau waktu itu
Putuskan cintaku
Dan saat ini engkau selalu ingin bertemu
Dan memulai jalin cinta
Reff:
Mau dikatakan apa lagi
Kita tak akan pernah satu
Engkau di sana, aku di sini
Mesti hatiku memilihmu
Andai aku bisa
Ingin aku memelukmu lagi
Di hati ini hanya engkau mantan terindah
Yang selalu ku rindukan
Repeat reff
Engkau meminta padaku
Untuk mengatakan bila ku berubah
Jangan pernah kau ragukan
Engkau kan selalu di langkahku
Repeat reff
Engkau di sini, aku di sini
Mesti hatiku memilihmu
Yang tlah kau buat
Sungguhlah indah
Buat diriku susah lupa
Minggu, 09 Februari 2014
Terpukau
Terpukau - By Astrid
Aku memang belum beruntung
Untuk menjatuhkan hatimu
Aku masih belum beruntung
Namun tinggi harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Aku sungguh sangat bermimpi
Untuk mendampingi hatimu
Ku masih terus bermimpi
Sangat besar harapanku
Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat
Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau
Rabu, 13 November 2013
Jadi Selingkuhan, Ini Cara Untuk Move On
Tidak ada yang pernah berharap berada dalam kondisi menjadi orang ketiga dan perusak hubungan orang lain. Tapi keadaan tersebut terkadang sulit untuk dihindari.
Mungkin pada awalnya Anda hanya ingin mencoba-coba 'bermain api' dengan pria yang sudah memiliki kekasih atau istri, namun tidak disangkan perasaan cinta mulai tumbuh dan semakin mendalam terhadapnya. Kalau sudah begitu, Anda harus berpikir panjang tentang hubungan yang Adna jalani saat ini.
Konsultan cinta, psikolog Ratih Ibrahim mengayarankan agar meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan apa yang sudah terjadi. Pertimbangkan sisi positif dan negatif dari hubungan yang dijalani saat ini.
"Seandainya kamu memutuskan untuk bertahan, akankah hubungan tersebut memiliki masa depan yang baik? Atau lebih dasar lagi, apakah hubungan kamu akan berkembang ke arah jenjang yang lebih tinggi? Jika tidak, apakah hubungan seperti itu yang kamu harapkan? Terlebih lagi, tidak ada anggota keluarga kalian yang mengetahui adanya hubungan ini," ungkap Ratih.
Tentu keputusan untuk move on merupakan cara terbaik untuk mengakhiri hubungan gelap tersebut. Berikut ini cara agar Anda lebih mudah melepaskan diri dari bayang-bayang pria tersebut.
1. Menjauh Darinya
Tidak mudah memang untuk lepas dari orang yang disayangi, namun yakinkan diri Anda bahwa Anda harus menjauhinya. Hal pertama yang dibutuhkan adalah kemantapan dari keputusan tersebut. Pastikan Anda sudah membentuk niat untuk meninggalkannya. "Untuk memudahkan proses move on, kamu dapat menjauh dari aktivitas yang menambah kemungkinan kamu bertemu dengannya," sarah psikolog sekaligus pendiri Conseling and Development Center PT Personal Growth itu.
2. Yakin Bahwa Anda akan Lebih Bahagia Bila Lepas Darinya
Apakah Anda mau terus-terusan menjadi prioritas yang ketiga atau keempat? Apakah Anda akan bisa terus bahagia dengan minimnya waktu yang diberikannya? Atau maukah Anda terus memikirkan bagaimana kemesraannya ketika ia bersama pasangannya? Sangat yakin, jawabannya tidak. Pikirkan tentang sakit hati yang akan Anda terima jika terus melanjutkan hubungan tersebut.
3. Memikirkan Perasaan Kekasih atau Istrinya
Bagaimana jika Anda yang bernasib seperti kekasih atau istrinya? Ketika suami atau pacar Anda selingkuh, pasti Anda akan sedih orang yang Anda cintai berselingkuh. Dengan memikirkan perasaan pasangannya, maka Anda akan termotivasi untuk menjauhinya.
4. Demi Kebahagiaan Orangtua
Tidak ada orangtua yang mau anaknya jadi selingkuhan, mereka pasti menginginkan si anak bisa hidup bahagia dengan pria yang mencintai anaknya dengan tulus. Ketika kekasih gelap Anda memiliki pasangan, tentu dia bukan orang yang tulus bisa mencintai Anda, karena hatinya telah terbagi.
5. Jangan Tergoda dengan Segala Alasannya
Jangan pernah tergoda untuk mengangkat teleponnya atau membalas setiap pesan singkat yang ia berikan. Di sana mungkin ada kata-kata manis terselip, namun yakinlah semua itu hanya jurusnya untuk mengambil simpati Anda agar Anda tidak tergoda cara teraman adalah tidak membacanya.
Sumber Wolipop.detic.com
Jejaring Kesembuhan
Posted by: gedeprama | 18 October 2013 @blogdetik.com
Tidak ada manusia yang berdoa agar sakit. Kendati demikian, di setiap pojokan kehidupan hadir penderitaan. Bisa dimaklumi kalau organisasi kesehatan dunia WHO meramalkan, di tahun 2020 sakit mental akan jauh lebih mengkhawatirkan.
Daun Kering Rasa Sakit
Di Barat sana di mana ilmu pengetahuan dan teknologi tumbuh demikian pesatnya, sudah mulai banyak pakar kesehatan yang menyadari bahwa sakit fisik serupa daun kering di permukaan. Tatkala tubuh sakit, memang terjadi ketidakseimbangan kimiawi di dalam, yang membuat dokter khususnya mengintervensinya dengan obat kimia. Sesuatu yang layak dihormati.
Sayangnya, intervensi kimiawi saja kerap bernasib serupa daun kering yang hanya disirami daunnya saja. Batang apa lagi akarnya jarang sekali disentuh oleh langkah-langkah kesembuhan. Ini yang menjelaskan, bahkan di negara seperti Amerika Serikat pun sakit mental menakutkan. Riset kebahagiaan dunia di tahun 2012 menunjukkan, AS bahkan tidak masuk dalam sepuluh besar bangsa yang bahagia.
Padahal perusahaan farmasi, penelitian farmasi, dokter semuanya berlimpah di sana. Ini menghadirkan bahan renungan, kita memerlukan pengetahuan lebih dalam dari sekadar daun berupa sakit fisik.
Batang Pohon Kering Emosi
Dulu sekali, biologi dan psikologi adalah dua disiplin yang sulit ketemu. Tapi belakangan, hubungan keduanya sangat erat. Meminjam penemuan psikoterapis berpengalaman dari Washington bernama Kari Joys, ketegangan dalam tubuh terkait erat dengan ketidakseimbangan emosi seseorang.
Ketegangan di perut, dekat dengan rasa marah dan takut. Ketegangan di dada terkait dengan kesedihan. Ketegangan di punggung belakang berhubungan dengan rasa frustrasi. Terang sekali kelihatan, ada bibit-bibit emosi dalam rasa sakit fisik.
Intervensi kimiawi lewat obat memang membantu. Seperti menyirami daun kering, air yang disiramkan tentu saja membantu. Tapi ia sangat sementara sekaligus sangat di permukaan. Apa yang dilakukan psikoterapi berpengalaman seperti Kari Joys, ia mulai mengintegrasikan pengetahuan dan spiritualitas. Rasa sakit fisik daunnya, ketidakseimbangan emosi batangnya, akarnya adalah keterhubungan spiritual.
Akar Berupa Keterhubungan Spiritual
Fritjof Capra di fisika, Gregory Bateson di antropologi, Kari Joys di psikologi hanya sebagian kecil ilmuwan yang sudah berjalan jauh dalam mengintegrasikan pengetahuan dan spiritualitas. Tesis orang seperti ini mirip dengan salah satu judul buku Fritjof Capra yakni “The Hidden Connections“. Ada jejaring tersembunyi yang menghubungkan semuanya.
Dalam konteks kesembuhan, jejaring yang menyembuhkan itu bernama sukacita. Perhatikan para sahabat yang terkena penyakit mental kronis, mereka tidak terhubung dengan jejaring kesembuhan yang ada di alam. Akibatnya sangat jauh dari sukacita. Itu sebabnya, meditasi dan penyembuhan spiritual lainnya, kebanyakan terfokus pada upaya agar “terhubung” dengan kekinian.
Di meditasi khususnya, sangat ditekankan tiga langkah penting: “terima, mengalir, tersenyum”, terutama agar segera terhubung. Orang Zen menggunakan medium bertaman, juga karena alasan keterhubungan. Orang Tibet dan Bali ritualnya sebagian menghidupi makhluk di alam bawah, juga karena alasan keterhubungan. Di tingkatan ini, berlaku ungkapan sederhana: “memaafkan adalah bibit kesembuhan, menerima hidup apa adanya adalah menyirami bibitnya dengan air, terhubung sempurna dengan saat ini itu bunga kesembuhan”.
————————————————————
Catatan:
Sebagai bahan-bahan melangkah dalam kesembuhan, layak merenungkan langkah-langkah berikut yang sederhana namun mendalam.
1. Oleh karena kita tidak bisa merubah masa lalu, apa pun yang terjadi belajar untuk memaafkan. Memaafkan memang tidak merubah masa lalu, tapi ia melonggarkan cengkraman memori buruk akan masa lalu. Kemudian sirami bibit memaafkan ini dengan air penerimaan. Indahnya penerimaan, ia membuat seseorang terhubung dengan energi kesembuhan yang tersedia di saat ini.
2. Sekurang-kurangnya tiga kali seminggu nikmati hidup di taman atau ruang terbuka lainnya. Mandikan diri Anda dengan cahaya matahari, belajar melihat “senyuman” bunga, sentuh lembut ibu pertiwi dengan meditasi jalan.
3. Di mana pun Anda berada, terus belajar terhubung dengan menggunakan energi rasa syukur. Didik diri untuk senantiasa melihat sisi-sisi berkah dari kehidupan.
Tidak ada manusia yang berdoa agar sakit. Kendati demikian, di setiap pojokan kehidupan hadir penderitaan. Bisa dimaklumi kalau organisasi kesehatan dunia WHO meramalkan, di tahun 2020 sakit mental akan jauh lebih mengkhawatirkan.
Daun Kering Rasa Sakit
Di Barat sana di mana ilmu pengetahuan dan teknologi tumbuh demikian pesatnya, sudah mulai banyak pakar kesehatan yang menyadari bahwa sakit fisik serupa daun kering di permukaan. Tatkala tubuh sakit, memang terjadi ketidakseimbangan kimiawi di dalam, yang membuat dokter khususnya mengintervensinya dengan obat kimia. Sesuatu yang layak dihormati.
Sayangnya, intervensi kimiawi saja kerap bernasib serupa daun kering yang hanya disirami daunnya saja. Batang apa lagi akarnya jarang sekali disentuh oleh langkah-langkah kesembuhan. Ini yang menjelaskan, bahkan di negara seperti Amerika Serikat pun sakit mental menakutkan. Riset kebahagiaan dunia di tahun 2012 menunjukkan, AS bahkan tidak masuk dalam sepuluh besar bangsa yang bahagia.
Padahal perusahaan farmasi, penelitian farmasi, dokter semuanya berlimpah di sana. Ini menghadirkan bahan renungan, kita memerlukan pengetahuan lebih dalam dari sekadar daun berupa sakit fisik.
Batang Pohon Kering Emosi
Dulu sekali, biologi dan psikologi adalah dua disiplin yang sulit ketemu. Tapi belakangan, hubungan keduanya sangat erat. Meminjam penemuan psikoterapis berpengalaman dari Washington bernama Kari Joys, ketegangan dalam tubuh terkait erat dengan ketidakseimbangan emosi seseorang.
Ketegangan di perut, dekat dengan rasa marah dan takut. Ketegangan di dada terkait dengan kesedihan. Ketegangan di punggung belakang berhubungan dengan rasa frustrasi. Terang sekali kelihatan, ada bibit-bibit emosi dalam rasa sakit fisik.
Intervensi kimiawi lewat obat memang membantu. Seperti menyirami daun kering, air yang disiramkan tentu saja membantu. Tapi ia sangat sementara sekaligus sangat di permukaan. Apa yang dilakukan psikoterapi berpengalaman seperti Kari Joys, ia mulai mengintegrasikan pengetahuan dan spiritualitas. Rasa sakit fisik daunnya, ketidakseimbangan emosi batangnya, akarnya adalah keterhubungan spiritual.
Akar Berupa Keterhubungan Spiritual
Fritjof Capra di fisika, Gregory Bateson di antropologi, Kari Joys di psikologi hanya sebagian kecil ilmuwan yang sudah berjalan jauh dalam mengintegrasikan pengetahuan dan spiritualitas. Tesis orang seperti ini mirip dengan salah satu judul buku Fritjof Capra yakni “The Hidden Connections“. Ada jejaring tersembunyi yang menghubungkan semuanya.
Dalam konteks kesembuhan, jejaring yang menyembuhkan itu bernama sukacita. Perhatikan para sahabat yang terkena penyakit mental kronis, mereka tidak terhubung dengan jejaring kesembuhan yang ada di alam. Akibatnya sangat jauh dari sukacita. Itu sebabnya, meditasi dan penyembuhan spiritual lainnya, kebanyakan terfokus pada upaya agar “terhubung” dengan kekinian.
Di meditasi khususnya, sangat ditekankan tiga langkah penting: “terima, mengalir, tersenyum”, terutama agar segera terhubung. Orang Zen menggunakan medium bertaman, juga karena alasan keterhubungan. Orang Tibet dan Bali ritualnya sebagian menghidupi makhluk di alam bawah, juga karena alasan keterhubungan. Di tingkatan ini, berlaku ungkapan sederhana: “memaafkan adalah bibit kesembuhan, menerima hidup apa adanya adalah menyirami bibitnya dengan air, terhubung sempurna dengan saat ini itu bunga kesembuhan”.
————————————————————
Catatan:
Sebagai bahan-bahan melangkah dalam kesembuhan, layak merenungkan langkah-langkah berikut yang sederhana namun mendalam.
1. Oleh karena kita tidak bisa merubah masa lalu, apa pun yang terjadi belajar untuk memaafkan. Memaafkan memang tidak merubah masa lalu, tapi ia melonggarkan cengkraman memori buruk akan masa lalu. Kemudian sirami bibit memaafkan ini dengan air penerimaan. Indahnya penerimaan, ia membuat seseorang terhubung dengan energi kesembuhan yang tersedia di saat ini.
2. Sekurang-kurangnya tiga kali seminggu nikmati hidup di taman atau ruang terbuka lainnya. Mandikan diri Anda dengan cahaya matahari, belajar melihat “senyuman” bunga, sentuh lembut ibu pertiwi dengan meditasi jalan.
3. Di mana pun Anda berada, terus belajar terhubung dengan menggunakan energi rasa syukur. Didik diri untuk senantiasa melihat sisi-sisi berkah dari kehidupan.
Langganan:
Komentar (Atom)